• About
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

BUDIBAYA JAMUR TIRAM MENGUNTUNGKAN

  • DROPDOWN MENU
  • INTERIOR
  • GAME android
  • KECANTIKAN
  • MUSIC
  • ISLAMI
  • TUTORIAL ADSENSE JITU
    • YOUTUBE
    • PYPAL
    • ADSENSE
    • -K0SONG-
Home » Inovasi Budidaya » Budidaya Jamur Tiram Media Jerami

Budidaya Jamur Tiram Media Jerami

Posted by BUDIBAYA JAMUR TIRAM MENGUNTUNGKAN on Senin, 20 Januari 2014
Label: Inovasi Budidaya

Ketika musim panen tiba, timbul masalah berupa limbah jerami. Limbah jerami ini biasanya ditumpuk di tengah petakan sawah atau di pinggir pematang sawah, yang kemudian dibuang atau dibakar untuk diambil abunya. Padahal pembakaran jerami akan mengakibatkan sebagian unsur hara (seperti N, P, K, dan Si) akan berkurang/hilang, belum lagi dampak pencemaran udara yang ditimbulkan akibat pembakaran tersebut. 

Menurut Berita Resmi Statistik (2006), produksi padi nasional mencapai 54,75 juta ton pertahun pada tahun 2006, meningkat sebesar 1,11% dibandingkan produksi padi tahun 2005. Peningkatan produksi padi juga diiringi peningkatan limbah jerami padi . Menurut Kementrian Pertanian (2012), per ha sawah menghasilkan sebanyak 3-4 ton jerami kering. Coba dibayangkan kalo semua jerami dibakar? Pasti akan berakibat pencemaran udara yang hebat, yang tentu akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.. 

Sebenarnya ketersediaan jerami padi ini cukup potensial bila diawetkan melalui pengeringan sinar matahari, lalu ditumpuk di tempat yang diberi naungan agar tidak kehujanan untuk dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur tiram. Lalu bagaimana cara membuat media dari jerami padi? Berikut cara membuat media dari jerami padi. 
  1. Siapkan jerami padi yang sudah dicacah sebanyak 100 kg. 
  2. Campurkan jerami padi, dedak, kapur dan gipsum dengan berbandingan (100kg:10kg:2,5kg:2kg). Tambahkan air jika campuran terlalu kering. 
  3. Lalu diaduk hingga merata kemudian ditutup dengan plastik selama 48 jam dengan ph 6-7. 
  4. Masukkan media ke dalam plastik (baglog) dengan mempersiapkan plastik pp tahan panas yang memiliki ketebalan 0,5 mm berukuran 18 x 30 cm, masukkan media kedalam plastik dan dipadatkan hingga beratnya 1kg-1,3kg. Pasang cincin dan tutupnya. 
  5. Selanjutnya baglog dikukus dalam drum selama 6-8 jam. 
  6. Setelah dikukus dilakukan pendinginan selama 12 jam (semalam). 
  7. Tahap berukutnya yaitu inokulasi (penanamn bibit). Inokulasi ini dilakukan secara aseptik. Bibit dimasukkan ke baglog dengan menggunakan sendok. 
  8. Baglog diinkubasi selama 40-50 hari dengan suhu kamar. 
  9. Inkubasi baglog sampai meselium menutupi media secara merata. Baglog yang sudah ditumbuhi miselium ditempatkan di rak-rak dlam rumah jamur (kumbung). 
  10. Buka tutup baglog agar jamur dapat tumbuh setelah 2 minggu baglog dibuka. 
  11. Panen jamur segar setelah 2-3 hari. 
Petani jamur di Indonesia masih jarang yang memanfaatkan jerami sebagai media budidaya jamur tiram. Jerami padi biasa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, pakan ternak dan media budidaya jamur merang. Namun, dengan melihat potensi limbah jerami ini, tidak ada salahnya kita mencoba mengaplikasikannya pada budidaya jamur tiram. Jerami juga sebagai alternatif lain pengganti serbuk kayu, terutama bagi petani yang sedang kesulitan mendapatkan serbuk kayu, karena sekarang serbuk kayu sudah menjadi rebutan, antara sesama petani jamur, pengrajin batu bata, maupun industri tebu. Dengan memanfaat jerami untuk budidaya jamur tiram berarti kita telah membantu mengatasi limbah pertanian di Indonesia..

Batang, 16 Januari 2014

Terimakasih anda telah membaca artikel tentang Budidaya Jamur Tiram Media Jerami. Jika ingin menduplikasi artikel ini diharapkan anda untuk mencantumkan link http://jamurtiramjeparabangsri.blogspot.com/2014/01/budidaya-jamur-tiram-media-jerami.html. Terimakasih atas perhatiannya.

0 Response to "Budidaya Jamur Tiram Media Jerami"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

POSTING TERBARU

POPULAR POSTS

  • Jamur Tiram Pink (Pleurotus Flabellatus)
    Jamur tiram pink sering disebut juga jamur tiram merah, merupakan salah satu jenis jamur tiram yang mempunyai warna yang mempesona, warnanya...
  • Membuat Bibit Sebar (F3) Jamur Tiram
    Membuat bibit sebar (f3) jamur tiram caranya sama dengan Membuat Bibit Pokok (F2) Jamur Tiram , namun karena untuk meningkatkan SEO (Search ...
  • Timbangan Digital Jamur Tiram
    Timbangan digital ini sangat cocok menimbang bahan dasar PDA, sehingga dalam menakar bahan, tidak terjadi kelebihan, ataupun kekurangan baha...
  • Kicauan 'Sang Produsen Baglog'
    Tulisan ini kami buat semata-mata mengingatkan bahwa dalam dunia bisnis itu banyak sekali 'kicauan' yang tidak bisa dipertanggung ja...
  • Jamur Tiram Strain Baru
    Tiga jamur tiram terunggul.Produktivitas membubung hingga 91 ton per 1.000 m 2 luas kumbung, hampir dua kali lipat produksi tiram strain lok...
  • Budidaya Jamur Tiram Media Jerami
    Ketika musim panen tiba, timbul masalah berupa limbah jerami. Limbah jerami ini biasanya ditumpuk di tengah petakan sawah atau di pinggir p...
  • Panduan Bisnis Sahabat Nabi
    Generasi sahabat adalah mata air inspirasi yang tak pernah kering. Dalam setiap bidang kehidupan, akan kita temukan dengan mudah profil tela...
  • Pemeliharaan Biakan Murni Jamur Tiram
    Biakan murni jamur yang disimpan sering kali mengalami perubahan sifat. Oleh karena itu, biakan murni hendaknya dipelihara dengan baik. Ada ...
  • Bibit Jamur Tiram Pekalongan
    Kabar gembira bagi petani jamur tiram untuk wilayah pekalongan, dan sekitarnya. Kami menawarkan bibit sebar jamur tiram putih dengan kualita...
  • Membuat PDA Sendiri
    PDA adalah kepanjangan dari Potatoes Dextrose Agar. Sesuai namanya, PDA tersusun atas 3 bahan utama yaitu potatoes (kentang), dextrose (seje...

Mengenai Saya

phoneterbaru
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
BUDIBAYA JAMUR TIRAM MENGUNTUNGKAN. All Rights Reserved.